RADARMETROPOLIS: Surabaya - Kejaksaan Negeri (Kejari)
Surabaya mendukung penuh diterapkannya e-tilang pakai CCTV oleh Polrestabes Surabaya.
Kejari siap memberi layanan maksimal saat pengambilan dan pembayaran denda
tilang supaya lebih efektif.
Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan jika
nanti e-tilang sudah diterapkan dan ada penindakan mulai Oktober 2017,
dipastikan jumlah masyarakat yang mengambil barang bukti di kejaksaan bakal
membanjir. Di lingkup tilang konvensional saja, setiap hari Jumat ada 3.000 -
5.000 pengendara yang mengambil dan membayar denda.
"Kami terus memikirkan mekanisme pengambilan dan
pembayaraan denda tilang yang lebih efektif. Kalau bisa tidak hanya hari Jumat,
bisa buka setiap hari atau bagimana," kata Didik.
Selain itu Kejari Surabaya juga memiliki layanan delivery
tilang, drive thru tilang, aplikasi 'AmbilTilang' versi android atau bisa
mengunjungi website ambiltilang.com. Layanan tersebut merupakan inovasi yang
dilakukan Kejari Surabaya demi efektivitas dan terus dimaksimalkan.
Layanan delivery tilang, misalnya. Masyarakat tinggal telepon
saja, nanti petugas kejaksaan yang mengantarkan bukti tilang ke rumah. Warga
juga bisa mengunduh aplikasi 'AmbilTilang' di playstore untuk versi android.
Menurut Didik, berbagai bentuk layanan tersebut tujuannya
adalah untuk memudahkan masyarakat. Jika pakai aplikasi "AmbilTilang',
warga tinggal daftar, memasukkan nomor surat tilang, nomor kendaraan (nopol)
kendaraan dan nama. Selanjutnya mendapat balasan nomor guna pengambilan SIM
atau STNK.
"Pengguna akan diberi pilihan pilihan, mau ambil barang
bukti atau delivery Si Anti Ribet (Siap Antar Tilang ke Rumah dengan Cepet).
Pembayaran melalui bank," terang Didik.
Memakai Alikasi "AmbilTilang', mempunyai kelebihan
dibanding pelayanan biasa. Masyarakat yang datang ke kejari nanti tidak perlu
antre, lantaran ada loket dan petugas khusus yang melayani.
Didik menuturkan, e-tilang pakai CCTV sangat efektif. Ia
membandingkan apa yang dilakukan di Surabaya bisa seperti negara-negara di
Eropa, yang pengendara lalu-lintasnya tertib .
“Saat saya ke Inggris, pengendara kendaraan bermotor sangat
berhati-hati dikarenakan seluruh ruas jalannya diawasi CCTV. Saat perjalanan di
London-Liverpool, sopir tidak mau ugal-ugalan dan melanggar, karena jika
melanggar surat tilang langsung dikirimkan dan itu sangat mahal,” ucap Didik.
Dasar hukum dalam penerapan E-tilang CCTV juga sudah ada,
tinggal sekarang kerja keras dalam melaksanakan penerapannya. Karena efek yang
ditimbulkan dari berjalannya program ini sangat luar biasa. Masyarakat bakal
lebih tertib di jalanan.
Sementara hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Agus Hamzah
mengatalan bahwa e-tilang memakai CCTV adalah demi ketertiban dan kenyamanan
warga Surabaya. Tinggal mekanismenya harus dipertimbangkan, misal terkait alat
bukti dan siapa yang harus ditindak. Jika pemilik kendaraan bukanlah yang
melanggar, maka perlu dipikirkan aturannya.
“Pasti ada kendala-kendala, itu perlu dipikirkan bersama.
Kecuali aturannya bersifat mutlak, dimana pemilik kendaraan bertanggung jawab
penuh terhadap setiap pelanggaran kendaraannya,” tegas Agus.
Agus menilai, manfaat diberlakukannya e-tilang pakai CCTV
sangat luar biasa. Pemilik kendaraan lebih berhati-hati dalam meminjamkan kendaraannya,
kemudian jual beli juga bisa langsung proses balik nama. (ar)
0 comments:
Posting Komentar