RADARMETROPOLIS: (Surabaya) Polisi berhasil menemukan Kartu
Tanda Penduduk pelaku teror saat melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)
di lokasi penikaman dua anggota polisi di masjid lapangan Bhayangkara Mabes
Polri, Jl. Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan. Polisi pun memastikan bahwa KTP
tersebut adalah milik pelaku. Selain KTP, polisi juga menemukan pisau sangkur,
tas, dan dompet pelaku.
Identitas KTP yang ditemukan tertulis atas nama Mulyadi (28)
warga Kampung Pagaulan RT 012 RW 005, Desa Suka Resmi, Kecamatan Cikarang
Selatan. Yang bersangkutan masih berstatus mahasiswa.
Namun penemuan tersebut belum bisa menjadi dasar identitas
pelaku yang sebenarnya. “Kami belum bisa mengonfirmasi dari sumber saja. KTP
ditemukan memang dengan nama itu, tetapi harus dicek, harus ada beberapa
pembanding, karena belum tentu KTP itu benar,” ujar Kepala Divisi Humas Polri,
Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di lokasi, Jumat (30/06/2017) malam.
Guna memastikan informasi, kepolisian akan menghubungi dan
mendatangi alamat keluarga terduga pelaku yang berada di KTP tersebut.
Saat ini, jenazah pelaku sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri
Kramat Jati dan akan diambil tes postmortem dan antemortem untuk mengetahui
identitasnya lebih dalam.
Sementara, TKP yang berada di Masjid Falatehan masih
dipasang garis polisi. Setyo menyebut, darah masih berceceran di sekitar area
penyerangan.
Kepolisian berjanji akan berupaya menyelesaikan olah TKP
secepatnya. Hal ini dimaksudkan agar masjid dapat dikembalikan difungsikan
untuk ibadah.
Darah pelaku yang tercecer di TKP tempat pelaku tewas
ditembak pun sudah dibersihkan pihak Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta
Selatan. Pihak kepolisian hingga saat ini masih berjaga-jaga di sekitar lokasi.
Teror yang terjadi di lingkungan Mabes Polres tersebut
terjadi sekitar pukul pukul 19.40 WIB.
Pelaku menyerang dengan menusuk dua anggota polisi usai
salat isyak bersama. Kedua anggota bernama AKP Dede Suhatmi dan Briptu M.
Syaiful Bakhtiar sholat di saf ketiga dalam masjid.
Keduanya mendapat luka tusuk, masing-masing di bagian leher
dan bawah kuping. Saat ini, korban berada di Rumah Sakit Pusat Pertamina untuk
mendapatkan perawatan intensif.
Pelaku yang menyerang korban langsung melarikan diri ke arah
Terminal Blok M. Ketika dalam pengejaran oleh anggota Brimob lain, pelaku
diduga berbalik melawan dan kemudian berujung tembakan di kepala dan dada.
(rez)
0 comments:
Posting Komentar